}
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

SEGO

0 komentar
SEGO adalah Group Band yang dibentuk pada tanggal 23 Februari 2011, yang masih terbilang band yang baru terbentuk. Dimana kita menetapkan genre (aliran musik) kita sebagai New Metal (rapcore) atau musik core alternatif yang dominan bernuansa lagu rap. Namun balik lagi ke terserah pendengar yang menilai. Yang jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan ini hanya kita jalani benar-benar murni keluar dari hati Nurani kita sendiri. Berharap menjadi suatu hiburan masyarakat.
Berawal dari kata “Stop ego and grow” kita singkat menjadi Sego, dimana kata stop ego yang berarti kita bermusik tidak memiliki rasa keegoisan, dan grow yang berarti kita berharap dapat berkembang tumbuh menjadi sesuatu yang berguna.
Personil Sego adalah Kilong (vokal), Batok (vokal, rap), Diko (gitar, lead), Ade (gitar, ryhtm), Virson (bass), dan Dimas (drum). Awalnya, kita memainkan musik-musik dari luar dan dalam negeri seperti Bullet for my valentine, Saint loco, dan lain-lain. Juga sering mengikuti acara-acara gigs (acara band indie) di Jabotabek..
Banyaknya jam terbang yang kita lakukan membuat kita semakin dewasa atau terbiasa dalam penampilan. Sehingga kita mulai memikirkan untuk membuat lagu sendiri. Akhirnya dengan melalui perjuangan yang tidak ringan, kita membuat sebuah lagu berjudul “Don’t judge by the cover”

support NU METAL

Reverbnation
http://www.reverbnation.com/segoofficial

Purevolume
http://www.purevolume.com/SEGO87891

Facebook
http://www.facebook.com/pages/SEGO/162432910476827

Twitter
https://twitter.com/#!/segoofficial

STARLIT

0 komentar
Band ini berasal dari Jakarta selatan Kebayoran lama yang beraliran music pop punk,band ini terbentuk 5 mei 2009 pada awal mula nyah "muhammad.shidick" dengan posisi di bass ,"fadel al-sunny"dengan posisi di lead guitar,dan "sadam soeharto"dengan posisi di drums.kita bertiga berteman sejak duduk di bangku smp,setelah waktu kita lewati kita membutuhkan Vocalist perempuan dan mereka bertemu dengan "Ira"kita bersepakat untuk mengubah materi music dengan menambahkan synthesizer akhirnya"djati moreno"dari keyboardist band 'popcorn'dapat bergabung dengan kita,setelah berbagai latihan kita lalui bersama ternyata "Ira"lebih sibuk dengan kegiatan nyah.kita mencari dan kita menemukan seorang Vocalist laki-laki yang bernama 'Arrive Eka Wicaksana'dari vocalist band 'D'hidrasie'beberapa panggung perfrom  kita lewati kita mendapatkan komentar melalui suatu majalah .dan kita dapat perubahan personil lagi dan new personil starlit : putri utyy ( vocal )  Fadel Al-Sunny ( lead guitar ) Djati Moreno ( keyboards / lead syth) muhammad shidick ( bass ) reza essa ( rytem guitar ) sadam Suharto ( Drum ) .

Kita mempunyai beberapa lagu single album dengan nama album kita adalah "It's about dance dance and dance"yang di antaranyah lagu nya adalah
1.story in myheart
2.akhirnya
3.temani hari
4.semangat tiada akhir.

Myspace
Purevolume
Reverbnation

Facebook

Twitter 

Jumat, 06 Mei 2011

DRUMMER TLSOL YANG SEDANG SAKIT

0 komentar
Jumat malam sehabis magrib gua denger kabar bahwa drummer The Light Shadow Of Lunacy (TLSOL). yaitu Vandi Pratama Nugraha atau yang sering kita sapa Poni . pingsan saat akan melaksanakan solat jumat siang tadi . dan sekarang dia dirawat di RS.Harum didaerah sekitar kalimalang , jakarta timur . dan untuk teman teman sekalian yang kenal mau pun tidak kenal dimohon untuk minta doanya . supaya poni cepat sembuh dan bisa menghibur kita semua . dan hal ini sangat disesalkan karena setelah lama tidak dapat gigs . dan besok ada panggilan gigs untuk menghibur masyarakat di lembung padi ,kemang. mungkin tidak jadi atau poni akan digantikan oleh additional. GWS ya Poni TLSOL

Minggu, 01 Mei 2011

NASIB DRUMMER BRING ME THE HORIZON

0 komentar
Nasib naas menimpa drummer BRING ME THE HORIZON, Matt Nicholls yang harus mengalami patah tulang tangan ketika bermain bola dengan beberapa personil BRING ME THE HORIZONdan PARKWAY DRIVE di salah satu tempat di Sheffield, Inggris.

Praktis kondisi ini membuat Nicholls hanya menjadi penonton ketika BRING ME THE HORIZON akan menyelesaikan seluruh rangkaian tur nya di Inggris dan sebagai pengganti mereka akan menggunakan drummer ARCHITECTS, Dan Searle.
“Kami benar-benar sial karena drummer kami Matt Nicholls malah patah tulang, padahal kami harus menyelesaikan rangkaian tur di Inggris. Tapi jangan kuatir karena sebagai pengganti, kami akan meminjam drummer ARCHITECS, Dean Searle,” kata vokalis Oli Sykes
“Hari sangat cerah, jadi kami dan teman-teman dari PARKWAY DRIVE serta ARCHITECTS memutuskan untuk bermain bola. Tapi aku bikin kekeliruan dan ketika bola datang, aku mencoba untuk menangkap tapi justru kaki vokalis PARKWAY DRIVE, Winston McCall malah mengenai tangan aku dan hasilnya ya seperti yang terjadi sekarang,” papar Nicholls.
“Kami segera ke dokter spesialis di Sheffield untuk lebih memastikan keadaan dan sialnya dengan kondisi seperti ini setidaknya aku harus istirahat selama 6 bulan Ini benar-benar suatu kecelakaan yang tidak disengaja dan semoga kalian mengerti dengan keadaan ini,” pungkas Nicholls kembali. [berontakzine.com]

Jumat, 29 April 2011

LOSTKIDS

0 komentar

Halo teman-teman, senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan ini kepada kalian semua. Setelah dukungan kalian telah berhasil membantu menyemangati
 Dalam memproduksi mini album kita yang bertittle Words ini. Dan dengan semua itu mari kita mengenal tentang band yang bernama Lost Kids.
2006 adalah tahun dimana band asal Jakarta Timur ini mulai siap terbentuk dan saat 2007 semuanya telah siap dengan formasi awal: Barly, Wawan, Bagas, Achi Dan Seno.
Pop hardcore punk musik yang diusung oleh remaja-remaja ini dalam menyusun perkenalan kepada khalayak. Namun formasi ini retak saat Barly haruslah meninggalkan band karena sesuatu hal yang dia ketahui.

Tahun 2007 akhir masuklah Rully Nugraha menggantikan Barly.  Band ini pun mulai menghiasi event-event scene underground, school party (Pensi) hingga
pesta perpisahan sekolah (Promnite).
Dengan membawa yang lebih fresh dan energik musik LOST KIDS banyak terinfluence dari band-band seperti: ROCKET ROCKERS, SET YOUR GOALS
FOUR YEAR STRONG, A DAY TO REMEMBER, ALL TIME LOW, DAGGERMOUTH,
ME VS HERO, H2O, BLINK 182, NEW FOUND GLORY

Dengan influence dari band-band tersebut, pop hardcore punk yang disajikan LOST KIDS merupakan kemasan baru dari band pengusung pop punk/hardcore punk yang sudah ada saat ini, karena didalam lagu-lagu yang diracik ada sentuhan-sentuhan yang lain.
Lirik-lirik didalam music LOST KIDS berisikan dan menceritakan tentang realita kehidupan percintaan remaja seusia anak-anak LOST KIDS.

EP dengan berisikan 5 lagu yang berjudul Words merupakan sesuatu yang berbeda untuk disajikan dalam music pop punk hardcore. Jadi orang-orang tidak menikmati music kita dengan kesuntukan.

Jalani Hidup Ini merupakan single yang di anggap dapat mewakili remaja-remaja yang kehidupannya gampang jatuh karena hal percintaan, pertemanan, dan hal lainnya.




Facebook NewPage
https://www.facebook.com/pages/LOST-KIDS-NEW-PAGE/138647786198666

Facebook OldPage
https://www.facebook.com/pages/LOST-KIDS/91866346376 

Twitter
http://twitter.com/wearelostkids 

Purevolume
http://purevolume.com/wearelostkids

Myspace
http://myspace.com/wearelostkids


Soundcloud
http://soundcloud.com/lostkids




Sabtu, 23 April 2011

THE LIGHT SHADOW OF LUNACY - MILKSHAKE POISON

0 komentar

hey, liar
you will be die
with my Milkshake Poison

This beginning of the mistakes you make,
create a fire of hatred in me.
quite complicated and disappointing,
you destroyed my life with your wild behavior

the danger fuckin liar

uncontrollable, embarrassing and pathetic
when you act like a wild woman.
thirst for satisfaction and wealth.
that makes you forg...

Kamis, 21 April 2011

MERDEBAISE

0 komentar
Salah satu band “metalcore” asal ibu kota Jakarta, “Merdebaise”, terbentuk pada tahun 2007 beranggotakan Ahmad arya pada vocal, Haryo widi dan Raynanda pada gitar, Buntas basworo pada Bass, dan Prima yudantra pada Drum. Deathcore menjadi pilihan genre mereka pada awal mula berdirinya band ini, Permainan instrumen dengan riff-riff yang berat, Bertempo cepat dan variatif ini menjadi ciri-khas nya pada saat itu, Pada tahun 2008, 2 lagu demo mereka mulai disebarluaskan melalu media online seperti Myspace, dan fasilitas free download seperti 4shared, dan lain-lain. unsur Deathcorei jelas terlihat pada demo yang berjudul “Senseless” dan “my humanity, my insanity”Akhirnya pada tanggal 15 februari 2010, E.P Merde baise yang bertajuk “Our humanity, Our insanity”pun Release. Mini album ini di Release secara independent oleh Merde baise sendiri dengan diberi nama “Humanity record” tetap mengusung musik Deathcore yang juga sedikit diberi sentuhan metalcore, Berisikan 1 intro dan 4 lagu mereka yang berjudul “Less than revenge”, “Senseless”, “Texas executes mexican killer”, dan “My humanity my insanity”. Mini album yang berformat Cd ini terjual sebanyak 500 copy. 
Setelah Pe-Release-an Mini album ini, Merdebaise mulai mengubah konsep musik mereka yang dianggap menuju ke arah pendewasaan, Bisa dibilang musik Merdebaise yang sekarang adalah Metalcore, Vocal yang padat dan provokatif, Permainan Gitar Rhytm dan Lead yang harmonis, Bass dan drum yang variatif, dan sedikit sentuhan clean vocal menjadikan konsep baru lebih mudah untuk didengar semua kalangan penikmat musik. 2 lagu dengan konsep Metalcore inipun telah di edarluaskan yang berjudul “God’s despicable creation” dan “Salvation or sacrifice” yang juga akan diturutsertakan pada Full album Merdebaise yang rencananya akan Release di akhir tahun 2011

TWITTER
http://www.twitter.com/merdebaise

PUREVOLUME
http://www.purevolume.com/MerdeBaiseJKT

LAST FM
http://www.last.fm/music/Merde+Baise

HAI-ONLINE(DEMOS)
http://www.hai-online.com/Hai2/Music/Demos/Merde-Baise

HAI-ONLINE(REVIEWS)
http://www.hai-online.com/Hai2/Music/Review/Review-Music/Merde-Baise

REVERBNATION
http://www.reverbnation.com/merdebaise

JAKARTA NETWORK
http://www.jakartanetwork.info/2010/12/merdebaise-cfd-crooz.html
http://www.jakartanetwork.info/2011/01/genre-metalcore-members-ahmad-arya.html

XTREMEZINE
http://www.xtremezine.co.cc/2011/01/merde-baise.html

KASKUS
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3464943

Senin, 11 April 2011

BLOODY FAITH

0 komentar
Members this band :
1. Voc : Arief Setiawan / Gope
2. Lead : Putera Ihsan / Menye
3. Lead 2 : Johanes Manur
4. Bass : Ogi Eitas
5. Drummer : Ichsan Nuryanto / Yanto
Kami dari band yang bergenre metal, di bentuk dari tahun 2008. 3 Tahun kami menggeluti dunia musik underground, Mohon dengarkan dan beri komentar untuk lagu kami yaaa.. Terimakasih.



Contact Person
08561909950 - Putera Ihsan


Kamis, 07 April 2011

SEJARAH HARDCORE

0 komentar
 Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini
kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,
Parklife hingga Death Goes To The Disco.

Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.

Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-
komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.

Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.

Kamis, 31 Maret 2011

BURN YOUR FAT

0 komentar
 Burn Your Fat yang sering kita panggil BYF ini berasal dari otak seorang bocah yang bernama jaja dengan temannya mereka ingin bermusik dan ber petualang ke dunia yang lebih lua dan berhubung pada saat itu cuaca panas dan ada seorang yang berbadan melebihi kapasitas sehingga udaranya semakin pana pokoknya panas dan jaja akhirnya mendapatkan suatu nama "Burn Your Fat" dan Jaja yang seorang diri bertemu dengan firas rangga lalu mereka bertemu ilham dan ceel dan membakar musik dengan bahagia . the end but the band will be a long story !
berawal dari 3 orang anak yang berniat membuat band untuk mengisi waktu luang(jaja, firas, rangga) namun karena bertemu dengan seorang ilham band ini pun mulai berjalan dengan nama burn your fat, dan single "mendesah!"
burn your fat adalah sekumpulan pemusik dari sman 1 jakarta, dan siap untuk menggebrak permusikan indonesia

GENRE :

Post Punk / Punk

CONTACT PERSON:

(02140917435)=Batak

OUR SONG:

-MENDESAH!

-MERENDAH UNTUK MENINGGI

-FRIENDSHIP

-KU TERIAK KAU BERSORAK (PROCESS)

Myspace :
http://www.myspace.com/burnyourfat

Twitter :
http://www.twitter.com/burnyourfat












GIANT

0 komentar
GIANT terbentuk 8 tahun lalu di Jakarta pada tahun 2002. Beranggotakan Rizky Syahputra pada Vokal, Rian Siahaan sebagai Lead Guitar, Keyko pada Rhythm Guitar, Renato Ramadhan pada Bass, dan Arief Darusalam pada Drum. Dalam perjalanannya, GIANT mengalami banyak perombakkan formasi seperti perubahan formasi pada rhythm guitar, bass, dan drum.

GIANT sendiri memiliki makna dalam, dimana kami yang pada saat itu rata2 personelnya berumur sekitar 16 tahun, ingin sekali mempunyai andil besar di dunia rock Indonesia maupun internasional.

Dikarenakan pengetahuan yang terbatas tentang dapur rekaman, panggung, sound, musikalitas dan lain2, membuat GIANT akhirnya tidak kemana2, bahkan kami tidak sempat merekam 1 lagupun yang padahal materinya sudah ada dan cukup untuk merekam 1 full album. Dengan berbagai faktor penyebab, akhirnya GIANT memutuskan untuk vakum mulai tahun 2005.

Akhir 2010, personel GIANT ditengah kesibukannya masing masing, diantaranya Rizky sebagai vokalis band thrash metal bernama GIGANTOR, Rian dengan GEARBOXX, Renato dengan SPACE CADET, dan begitu juga dengan personel lainnya dengan bandnya masing2, mencoba untuk berkumpul kembali sesudah terpisah 5 tahun semenjak 2005 untuk menggali impian lama yang telah terkubur, menjadi band ROCK besar seperti yang diimpikan setelah hampir 8 tahun terakhir ini.

Dengan segenap kekuatan, doa, dukungan orang2 sekitar, dan alkohol tentu saja, GIANT bersiap untuk menggali lagi karya2 lama untuk dijadikan materi album kami di masa depan. Amin! Hehehe.

Proses penggalian kembali total 10 lagu yang telah kami tulis mulai 2002-2005, telah dimulai. Kami tidak dapat memastikan tanggal kembalinya GIANT dan rilisnya debut album kami, but be prepared, when we start to rock we'll never stop again!

Selasa, 29 Maret 2011

I SEE STARS - YOUR LOVE

0 komentar
Josie's on a vacation far away
Come around and talk it over
So many things that I wanna say
You know I like my girls a little bit older
And I just wanna use your love tonight
Oh, and I don't wanna lose your love tonight

I ain't got many friends left to talk to
No one's around when I'm in trouble
You know I'd do anything for you
Stay the night but keep it undercover
And I just wanna use your love tonight (and I)
And I don't wanna lose your love tonight

Trying to stop my hands from shakin'
Somethin' in my mind's not makin' sense
It's been a while since we were all alone
And I can't hide the way I'm feelin'

Trying to stop my hands from shakin'
Somethin' in my mind's not makin' sense
It's been a while since we were all alone
And I can't hide the way I'm feelin'

As you leave me please would you close the door
and don't forget what I told ya
Just 'cause you're right doesn't mean I'm wrong
Another shoulder to cry upon
And I just wanna use your love tonight
Oh, and I don't wanna lose your love tonight

Yeah

I just wanna use your love tonight (and I)
And I don't wanna lose your love tonight
I just wanna use your love tonight (and I)
And I don't wanna lose your love tonight

I just wanna use your love tonight
Oh, and I don't wanna lose your love tonight
Yeah, I just wanna use your love tonight
(You know I'd do anything for you)
Oh, and I don't wanna lose your love tonight

SEJARAH MUSIK UNDERGROUND DI INDONESIA

0 komentar
Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah
namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album
ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988. Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.
Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica & Anthrax), Sucker Head (Kreator & Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI & MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.
Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang
mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.
Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga
mantan vokalis Rotor.
Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground
manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA
Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas
Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).
Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah
label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band
seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius
Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.
Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering
terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah.
Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS).
Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri. Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover
penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet  www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan
sebagainya.
29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek
Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah,
Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko & FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana.
10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa. Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut,
Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.
Scene Punk/Hardcore/Brit/Indie Pop

Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini
kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,
Parklife hingga Death Goes To The Disco.


Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.
Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-
komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.
Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.

THE LIGHT SHADOW OF LUNACY

0 komentar

Band kami berdiri pada pertengahan tahun 2007 sampai saat ini. Kami sempat berubah-ubah formasi didalam band ini hingga formasi tetap kami saat ini VICKIH MANGAP–SCREAM, AKI-GUITAR, UBAN-GUITAR, FIQI JACUB-BASS, SAE-KEYBOARD & PONI-DRUM. dan pada bulan febuary 2011 terjadi pergantiann personil diakibatkan FIQI JACUB tidak bisa melanjutkan di TLSOL jadi line up saat ini : AJEN - SCREAM , AKI - GUITAR, UBAN- GUITAR, MANGAP - BASS, SAE - KEYBOARD (semoga formasi ini terus dan tidak akan pecah pecah )Saat ini kami sedang dalam proses recording album. Doakan saja semoga cepat selesai. Amien

Album 2011 (coming soon)
1. Blue Lament
2. My Empire Heart Entering Your Second Sins
3. Milkshake Poison
4. Bachelorette, Hen and Girls Nite Out Party
5. T.L.S.O.L
6. Blooms Fashioned Up My Planet
7. Bloody Kids Tonight (B.K.T)
8. Baby Has Came
9. Yellow Underwear For Women Black Spectacles
10. Secret Of My Little Book
11. Another Love For The Liar
12. Bright Light Hopeless

WE READY TO SCREW YOU UP !!!

 Facebook :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1...

 Twitter :
http://twitter.com/TLSOLband

Reverbnation :
http://www.reverbnation.com/tlsol

Myspace :
http://www.myspace.com/thelightshadowofl...

Official Lighters Facebook :
http://www.facebook.com/login/setashome.php?ref=genlogin#!/pages/LIGHTERS-GO-STRAIGHT/130405986969608?sk=info

 Official Lighters Twitter
http://twitter.com/Lightersfams